<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Nikmatnya Berbagi Untuk Sesama</title>
	<atom:link href="http://rabbanimjly.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rabbanimjly.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 13:27:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rabbanimjly.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Nikmatnya Berbagi Untuk Sesama</title>
		<link>http://rabbanimjly.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rabbanimjly.wordpress.com/osd.xml" title="Nikmatnya Berbagi Untuk Sesama" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rabbanimjly.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Rahasia Zakat</title>
		<link>http://rabbanimjly.wordpress.com/2010/03/14/rahasia-zakat/</link>
		<comments>http://rabbanimjly.wordpress.com/2010/03/14/rahasia-zakat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 13:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rabbanimjly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rabbanimjly.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : KH. Nandang Burhanuddin, Lc, M. Si Islam memberi perhatian secara seimbang terhadap unsur materi dan unsur ruhi. Dimana  keduanya memperoleh peran yang sama, tanpa ada salah satu unsur yang melebihi atau mengurangi peran unsur lain. Kita dapat melihat sisi keistimewaan tersebut, misalnya, pada perintah wajib zakat. Perintah zakat, disamping mengandung dimensi materi, juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rabbanimjly.wordpress.com&amp;blog=12140316&amp;post=56&amp;subd=rabbanimjly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : KH. Nandang Burhanuddin, Lc, M. Si</p>
<p><a href="http://rabbanimjly.files.wordpress.com/2010/03/memberi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-60" title="memberi" src="http://rabbanimjly.files.wordpress.com/2010/03/memberi.jpg?w=108&#038;h=145" alt="" width="108" height="145" /></a>Islam memberi perhatian secara seimbang terhadap unsur materi dan unsur ruhi. Dimana  keduanya memperoleh peran yang sama, tanpa ada salah satu unsur yang melebihi atau mengurangi peran unsur lain. Kita dapat melihat sisi keistimewaan tersebut, misalnya, pada perintah wajib zakat. Perintah zakat, disamping mengandung dimensi materi, juga dimensi ruhi. Bila zakat diterapkan secara benar dan menyeluruh, ia berperan sangat esensial dalam <em>tarbiyah ruhiyah</em> (pembinaan ruhiyah), selain merealisasikan keadilan sosial dan melahirkan pertumbuhan ekonomi yang sehat dan pesat (baca: memantapkan kekuatan politik untuk umat).<span id="more-56"></span></p>
<p>Peran esensial inilah, yang memposisikan zakat sebagai sokoguru dalam da&#8217;wah dan jihad yang mutlak membutuhkan harta. Allah berfirman, <em>&#8220;Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, jiwa dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka….&#8221;</em> (QS. At-Taubah: 111).</p>
<p>Begitu integralnya zakat, mustahil rasanya bila tidak ada rahasia di balik kewajiban zakat. Dalam arti, pasti ada hikmah agung dari zakat yang bukan hanya sekadar penyerahan sebagian harta dari kaum kaya (aghniya) kepada kaum miskin (mustahik), tanpa meninggalkan kesan dan pengaruh. Tentu banyak sekali sisi-sisi pendidikan yang diperoleh seorang muslim dari perintah zakat. Di antaranya:</p>
<p>1. Zakat adalah ibadah <em>maaliyah ijtima&#8217;iyyah</em> (materi sosial) yang memiliki posisi sangat penting, strategis, dan sangat menentukan (Yusuf Qardhawi, 1993 ), baik dari sisi ajaran maupun dari sisi pembangunan ekonomi umat.</p>
<p>Bernilai ibadah, karena zakat adalah bagian dari rukun Islam. Maaliyah karena yang dikorbankan adalah harta benda yang terukur dan pasti. Ijtimaa’iyyah, nuansa sosial yang dipesankan adalah bagaimana kekayaan tidak dimonopoli salah satu pihak saja. Tetapi, terbagi secara adil dan sejahtera. Karena itulah, zakat ibarat proyek latihan bagi seorang muslim, dalam menjalankan perintah Allah. Wajar saja, bila Allah dalam Surat At-Taubah menjelaskan bahwa penunaian zakat merupakan pintu masuknya seseorang ke dalam Islam. &#8221; dan bila mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudaramu seagama….&#8221; (QS. At-Taubah: 11)</p>
<p>2. Zakat, juga bisa dijadikan sebagai neraca, guna menimbang kekuatan iman seorang mukmin serta tingkat kecintaannya yang tulus kepada Rabbul &#8216;Izzati. Sebab jiwa manusia senantiasa dihiasi oleh rasa cinta kepada harta, sebagaimana firman Allah di dalam Surat Ali- Imran ayat: 14 ; <em>&#8220;Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).&#8221;</em></p>
<p>Imam Al-Ghazali dalam <em>Ihya&#8217; Ulumuddin</em>, memaparkan bahwa melalui zakat, Allah SWT menguji derajat keimanan seorang hamba yang mencintai-Nya, melalui kesediaannya berpisah dengan sesuatu yang ia cintai demi cintanya kepada Allah SWT. Ketika menyifatkan tingkat ibadah orang-orang mukminin yang bertakwa, Allah menyebutkan bahwa sikap mereka diantaranya menyisihkan harta mereka sebagai hak orang miskin. Disebutkan dalam surat Adz-Dzariyat ayat: 19 <em>&#8220;Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tak mendapat bagian (tidak meminta).&#8221;</em></p>
<p>Lebih tegas lagi, Rasulullah SAW bersabda, <em>&#8220;Sesungguhnya kesempurnaan Islam kalian adalah bila kalian menunaikan zakat bagi harta kalian.&#8221;</em> (HR. Imam Bazzar).</p>
<p>3. Zakat akan melejitkan jiwa manusia hingga mampu melepaskan diri dari jeratan hawa nafsu dan sifat kikir, disebabkan cinta buta kepada harta. Orang-orang yang tak mampu melakukan hal tersebut, disebut sebagai <em>&#8216;abdul maal</em> atau hamba harta. Rasulullah SAW bersabda, <em>&#8220;Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba sutera.&#8221;</em> (Muttafaq &#8216;alaih).</p>
<p>Zakat, selain diwajibkan atas harta yang dapat terlihat, dan bisa diketahui serta dihitung oleh selain pemilik harta, juga wajib ditunaikan atas harta tersembunyi. Artinya yang tak dapat diketahui dan terhitung, kecuali pemiliknya. Karena itu mungkin saja bagi orang-orang yang lemah imannya akan menyembunyikan atau menutupi sebagian harta yang mereka miliki, hingga tidak terhitung zakatnya. Namun, bagi seorang muslim yang bertakwa, yang keimanannya mengakar dalam jiwa, akan menyadari betapa Allah SWT, Yang Maha Mengetahui pengkhianatan mata dan Yang Maha Mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati, akan tetap berlaku benar.</p>
<p>4. Menunaikan zakat akan menanamkan rasa takut kepada Allah. Mengingatkan jiwa akan saat tibanya hari perhitungan. Sebab dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa dua kaki seorang hamba tidak akan melangkah pada hari Kiamat, hingga ia ditanya tentang empat hal. Di antaranya, tentang hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dipergunakan. <em>dikutip dari situs manajemen-insani.org</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rabbanimjly.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rabbanimjly.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rabbanimjly.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rabbanimjly.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rabbanimjly.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rabbanimjly.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rabbanimjly.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rabbanimjly.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rabbanimjly.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rabbanimjly.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rabbanimjly.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rabbanimjly.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rabbanimjly.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rabbanimjly.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rabbanimjly.wordpress.com&amp;blog=12140316&amp;post=56&amp;subd=rabbanimjly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rabbanimjly.wordpress.com/2010/03/14/rahasia-zakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc3d6427d05ce6b3be3e734d95e46dd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rabbanimjly</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rabbanimjly.files.wordpress.com/2010/03/memberi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">memberi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Talim Rutin Rabbani</title>
		<link>http://rabbanimjly.wordpress.com/2010/03/13/talim-rutin-rabbani/</link>
		<comments>http://rabbanimjly.wordpress.com/2010/03/13/talim-rutin-rabbani/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 12:15:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rabbanimjly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rabbanimjly.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Ahad pagi ibu-ibu, bapak-bapak juga pemuda/i bahkan anak-anak, berdatangan kesebuah mesjid yang ada di jl balekambang rw 19 yakni mesjid Baitul Akbar. mereka biasa melakukan ini setiap sebualn sekali untuk menghadiri acara pengajian rutin bulanan yang diadakan   Yayasan Rabbani Majalaya kerjasama dengan PRISMA-B (Pemuda Remaja Islam Masjid baitul Akbar). dimana setiap bulannya selalau memiliki tema-tema [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rabbanimjly.wordpress.com&amp;blog=12140316&amp;post=48&amp;subd=rabbanimjly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rabbanimjly.files.wordpress.com/2010/03/20100314-183845.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-52" title="20100314-183845" src="http://rabbanimjly.files.wordpress.com/2010/03/20100314-183845.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a>Ahad pagi ibu-ibu, bapak-bapak juga pemuda/i bahkan anak-anak, berdatangan kesebuah mesjid yang ada di jl balekambang rw 19 yakni mesjid Baitul Akbar. mereka biasa melakukan ini setiap sebualn sekali untuk menghadiri acara pengajian rutin bulanan yang diadakan   Yayasan Rabbani Majalaya kerjasama dengan PRISMA-B (Pemuda Remaja Islam Masjid baitul Akbar). <span id="more-48"></span>dimana setiap bulannya selalau memiliki tema-tema yang menarik untuk disimak. seperti yang dialkuakn pada ahad pagi ini mengambil tema &#8220;Menjelajahi Jagar Raya, Kapankah kiamat tiba?&#8221;. Plus dengan menggunakan multimedia yang membuat para mustami semakin segar untuk menyimak yang disampaikan oleh pemateri.  adapun pesan  inti yang disampaikan oleh si pemateri yakni mengingatkan kepada kita bahwa bumi kita ini sudah tua, kiamat itu bakal datang adanya, tapi tidak ada satu orangpun yang mengetahui kapan hari H-nya kiamat termasuk Rasulullah saw sendiri.</p>
<p><a href="http://rabbanimjly.files.wordpress.com/2010/03/20100314-183756.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-53" title="20100314-183756" src="http://rabbanimjly.files.wordpress.com/2010/03/20100314-183756.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a>saking antusiasnya para mustami mengikuti pengajian ini, tak tersa waktupun menunjukan 11.30 dan pengajianpun ditutup. seperti biasa sebelummenninggalkan mesjid mustami mendapatkan bingkisan &#8220;Pincuk&#8221; alakadarnya (Pincuk : Red : Bahasa Sunda).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rabbanimjly.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rabbanimjly.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rabbanimjly.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rabbanimjly.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rabbanimjly.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rabbanimjly.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rabbanimjly.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rabbanimjly.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rabbanimjly.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rabbanimjly.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rabbanimjly.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rabbanimjly.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rabbanimjly.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rabbanimjly.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rabbanimjly.wordpress.com&amp;blog=12140316&amp;post=48&amp;subd=rabbanimjly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rabbanimjly.wordpress.com/2010/03/13/talim-rutin-rabbani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc3d6427d05ce6b3be3e734d95e46dd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rabbanimjly</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rabbanimjly.files.wordpress.com/2010/03/20100314-183845.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">20100314-183845</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rabbanimjly.files.wordpress.com/2010/03/20100314-183756.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">20100314-183756</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makna ikhlasunniyah</title>
		<link>http://rabbanimjly.wordpress.com/2010/02/20/hello-world/</link>
		<comments>http://rabbanimjly.wordpress.com/2010/02/20/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 06:01:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rabbanimjly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[• Secara bahasa: - Ikhlas berasal dari kata khalasha yang berarti bersih/murni. - Niyat berarti Al-qoshdu, artinya maksud/tujuan. • Secara istilah: Ikhlashunniyah berarti membersihkan maksud dan motivasi kepada Allah dari maksud dan niat lain. Hanya mengkhususkan Allah Azzawa Jalla sebagai tujuan dalam berbuat. Perintah Allah untuk ikhlas dalam beramal: QS. 98:5, 7:29, 18:110. Pentingnya Ikhlasunniyah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rabbanimjly.wordpress.com&amp;blog=12140316&amp;post=1&amp;subd=rabbanimjly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rabbanimjly.files.wordpress.com/2010/02/ikhlas.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-35" title="ikhlas" src="http://rabbanimjly.files.wordpress.com/2010/02/ikhlas.jpg?w=88&#038;h=118" alt="" width="88" height="118" /></a>• Secara bahasa:</p>
<p>- Ikhlas berasal dari kata khalasha yang berarti bersih/murni.<br />
- Niyat berarti Al-qoshdu, artinya maksud/tujuan.</p>
<p>• Secara istilah:</p>
<p>Ikhlashunniyah berarti membersihkan maksud dan motivasi kepada Allah dari maksud dan niat lain. Hanya mengkhususkan Allah Azzawa Jalla sebagai tujuan dalam berbuat.</p>
<p>Perintah Allah untuk ikhlas dalam beramal: QS. 98:5, 7:29, 18:110.</p>
<p>Pentingnya Ikhlasunniyah</p>
<p>a) Merupakan ruhnya amal</p>
<p>b) Salah satu syarat diterimanya amal. “Allah Azza wa Jalla tidak menerima amaI kecuaIi apabila dilaksanakan dengan ikhlas dalam mencari keridhaan-Nya semata”. (HR Abu Daud dan Nasa’i).</p>
<p>Syarat diterimanya amal atau perbuatan :<br />
• Bersungguh-sungguh dalam melaksanakannya<br />
• Ikhlas dalam berniat<br />
• Sesuai dengan syariat Islam (Al-Qur’an dan Sunnah)<span id="more-1"></span></p>
<p>c) Penentu nilai/kualitas suatu amal [4:125]. “Sesungguhnya segala amal perbuatan tergantung pada niat, dan bahwasannya bagi tiap-tiap orang apa yang ia niiatkan. Maka barang siapa hijrah menuju (ridha) Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya. Barang siapa yang hijrah karena dunia (harta atau kemegahan dunia), atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu ke arah yang ditujunya.” (HR Bukhari Muslim)</p>
<p>d) Mendatangkan berkah dan pahala dari Allah [2:262, 4:145-146].</p>
<p>Cara-cara untuk menumbuhkan niat yang ikhlas<br />
1. Menyerahkan segala datanya hanya kepada Allah, rasul dan akhirat.<br />
2. Memerangi kesenangan hawa nafsu dunia.<br />
3. Menyadari bahwa segala aspek kegiatan seorang muslim adalah ibadah [2:21, 51:56].</p>
<h4>1.a. PENGANTAR</h4>
<p>Perkataan ulama-ulama mengenai urgensi niat :</p>
<p>“Belajarlah niat, karena niat lebih penting daripada amal …</p>
<p>Berapa banyak amal yang remeh menjadi besar gara-gara niat dan berapa banyak amal yang besar menjadi remeh gara-gara niat.”</p>
<p>Pentingnya niat tergambarkan dalam hadits Nabi yang menceritakan tiga orang yang secara fisik mengerjakan amal kebajikan yang besar tetapi karena tidak dilandasi oleh niat yang ikhlas, maka ketiganya mendapatkan balasan neraka.</p>
<p>“Sesungguhnya orang yang pertama-tama diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid. Dia didatangkan ke pengadilan, diperlihatkan kepadanya nikmat-nikmatnya. Maka diapun mengakuinya. Allah bertanya,’Apa yang engkau perbuat dengan nikmat-nikmat itu?’ Dia menjawab, ‘Aku berperang karena Engkau hingga aku mati syahid’. Allah berfirman,’Engkau dusta. Tetapi engkau berperang supaya dikatakan,’Dia adalah orang yang gagah berani’. Dan, memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu)’. Kemudian diperintahkan agar dia diseret dengan muka tertelungkup lalu dilemparkan ke dalam neraka. Berikutnya (yang diadili) adalah seseorang yang mempelajari ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al-Qur’an. Dia didatangkan ke pengadilan, lalu diperlihatkan kepadanya nikmat-nikmatnya. Maka dia pun mengakuinya. Allah bertanya, ‘Apa yang engkau perbuat dengan nikmat-nikmat itu?’ Dia menjawab, ‘Aku mempelajari ilmu dan mengajarkannya serta aku membaca Al-Qur’an karena-Mu’. Allah berfirman, ‘Engkau dusta. Tetapi engkau mempelajari ilmu agar dikatakan, ‘Dia adalah orang yang berilmu, dan engkau membaca Al-Qur’an agar dikatakan, ‘Dia adalah qari’ (pandai membaca)’. Dan, memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu)’. Kemudian diperintahkan agar dia diseret dengan muka tertelungkup hingga dilemparkan ke dalam neraka. Berikutnya (yang diadili) adalah orang yang diberi kelapangan oleh Allah dan juga diberi-Nya berbagai macam harta. Lalu dia didatangkan ke pengadilan dan diperlihatkan kepadanya nikmat-nikmatnya. Maka dia pun mengakuinya. Allah bertanya, ‘Apa yang engkau perbuat dengan nikmat-nikmat itu?’ Dia menjawab, ‘Aku tidak meninggalkan satu jalan pun yang Engkau suka agar dinafkahkan harta melainkan aku pun menafkahkannya karena-Mu’. Allah berfirman, ‘Engkau dusta. Tetapi engkau melakukan hal itu agar dikatakan, ‘Dia seorang pemurah’. Dan, memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu)’. Kemudian dia diperintahkan agar diseret dengan wajah tertelungkup hingga dilemparkan ke dalam neraka (HR. Muslim)</p>
<p>Mengapa mereka dibalas dengan adzab padahal secara fisik mereka menunaikan suatu amal kebaikan (bahkan termasuk amal kebaikan yang paling utama (infaq, jihad dan mengajar Al-Qur’an)) ?? Karena mereka telah menipu Allah.</p>
<h4>1.b. Makna Ikhlasunniyah</h4>
<p>Secara bahasa :</p>
<ul>
<li>Ikhlas berasal dari kata <em>khalasha</em> yang berarti bersih / murni</li>
<li>Niyat berarti <em>al-qoshdu</em>,      artinya maksud / tujuan</li>
</ul>
<p>Secara istilah :</p>
<p>Ikhlasunniyat berarti membersihkan maksud dan motivasi kepada Allah dari maksud dan niat lain. Hanya mengkhususkan Allah Azza wa Jalla sebagai tujuan dalam berbuat.</p>
<p>Beberapa hal mengenai niat :</p>
<ul>
<li>Hakikat niat : Niat adalah      tujuan yang terdetik dalam hatimu</li>
<li>Niat ini merupakan amal      hati secara murni, bukan amal lidah. (Maka dari itu tidak pernah dikenal      dari Nabi <em>Shalallahu Alaihi wa Sallam</em> adanya niat dalam ibadah      yang dilafazhkan. Tetapi yang kita lihat justru sebagian orang ada yang      melafazhkan niat itu)</li>
</ul>
<h4>1.c. Pentingnya Ikhlasunniyah</h4>
<p>1. Merupakan ruhnya amal</p>
<p>Allah hanya menginginkan hakikat amal, bukan rupa dan bentuknya. Maka dari itu Dia menolak setiap amal yang pelakunya tertipu dengan amalnya. (Al-Hajj:37)</p>
<p>“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya …” (Al Hajj : 37)</p>
<p>2. Salah satu syarat diterimanya amal</p>
<p>“Allah Azza wa Jalla tidak menerima amal kecuali apabila dilaksanakan dengan ikhlas dalam mencari keridhaan-Nya semata.” (HR. Abu Daud dan Nasa’i)</p>
<p>Syarat diterimanya amal atau perbuatan :</p>
<ol>
<li>Bersungguh-sungguh dalam      melaksana-kannya</li>
<li>Ikhlas dalam berniat</li>
<li>Sesuai dengan syariat Islam (Al-Qur’an      dan Sunnah)</li>
</ol>
<p>3. Penentu nilai/kualitas suatu amal. Satu jenis amal dapat berbeda nilai pahalanya berdasarkan perbedaan niatnya</p>
<p>“Sesungguhnya amal-amal itu hanya bergantung kepada niat. Dan, setiap orang hanya memperoleh menurut apa yang diniatkan. Barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa hijrahnya kepada dunia yang ingin didapatkannya, atau wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya kepada apa ditujunya.” (HR. Al-Bukhary, Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzy dan An-Nasa’y)</p>
<p>4. Dapat merubah amal-amal yang mubah dan tradisi menjadi ibadah.</p>
<p>Pekerjaan mencari rezki bisa menjadi ibadah dan jihad <em>fi sabilillahi</em> selagi pekerjaan itu dimaksudkan untuk menjaga dirinya dari hal-hal yang haram dan mencari yang halal.</p>
<p>Bahkan yang lebih mengagumkan lagi, nafsu seksual yang disalurkan orang Mukmin kepada yang halal, bisa mendatangkan pahala di sisi Allah.</p>
<p>“’Dalam persetubuhan salah seorang di antara kalian terdapat shadaqah’. Mereka bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah salah seorang di antara kami melampiaskan birahinya dan dia mendapat pahala karenanya?’ Beliau menjawab, ‘Bagaimana menurut kalian jika dia meletakkannya pada yang haram, apakah dia mendapat dosa? Begitu pula jika dia meletakkannya pada yang halal, maka dia mendapat pahala’.” (HR. Muslim)</p>
<p>5. Mendatangkan berkah dan pahala dari Allah, bahkan sebelum ia melaksanakan amalnya</p>
<p>“Allah Azza wa Jalla berfirman, “Jika hamba-Ku hendak mengerjakan suatu keburukan, maka janganlah kalian (para malaikat) menulisnya sebagai dosa hingga dia mengerjakannya. Jika sudah mengerjakannya, maka tulislah satu dosa yang sama dengannya, dan jika dia meninggalkannya karena Aku, maka tulislah satu kebaikan baginya. Dan, jika dia hendak mengerjakan satu kebaikan namun belum mengerjakannya, maka tulislah satu kebaikan baginya. Jika dia sudah mengerjakannya, maka tulislah baginya sepuluh (pahala) kebaikan yang serupa dengannya hingga tujuh ratus kebaikan”. (Diriwayatkan Al-Bukhary dan Muslim)</p>
<p>“Barangsiapa menghampiri tempat tidurnya, sedang dia berniat hendak bangun untuk shalat dari sebagian waktu malam, namun dia tertidur hingga pagi hari, maka ditetapkan baginya seperti yang diniatkannya, dan hal itu merupakan shadaqah atas dirinya dari Rabbnya.”</p>
<p>“Barangsiapa sungguh-sungguh memohon mati syahid kepada Allah, maka Allah menghantarkannya ke kedudukan orang-orang yang mati syahid, sekalipun dia mati di atas tempat tidurnya”</p>
<h4>1.d. Cara-cara untuk menumbuhkan niat yang ikhlas</h4>
<p>1. Senantiasa meluruskan niat sebelum mulai beramal.</p>
<p>Sediakan waktu sejenak setiap akan memulai suatu amal untuk memastikan bahwa dorongan motivasi beramal itu memang benar-benar untuk semata-mata mencapai keridhaan Allah dan bukan untuk ambisi-ambisi lainnya. Setelah niat dalam diri benar, barulah beramal.</p>
<p>2. Menyerahkan segala cintanya hanya kepada Allah, rasul dan akhirat</p>
<p>3. Ilmu yang mantap</p>
<p>Ikhlas tidak bisa menjadi sempurna kecuali dengan membaca dan mengamati kandungan di dalam Al-Qur’an dan Sunnah yang membicarakan masalah itu atau membaca perkataan orang-orang shalih. Tidak mungkin seseorang menghadap ke sesuatu di luar jangkauan pengetahuannya.</p>
<p>4. Berteman dengan orang-orang yang ikhlas</p>
<p>Agar bisa mengikuti irama langkah mereka, mengambil pelajaran dari mereka dan mencontoh akhlak mereka.</p>
<p>5. Membaca sirah orang-orang Mushlih</p>
<p>Mengenali kehidupan mereka, mengikuti jejak dan petunjuk mereka.</p>
<p>6. Mujahadah terhadap nafsu</p>
<p>Maksudnya, mengarahkan kehendak untuk memerangi hawa nafsu yang menjurus kepada keburukan, mengendalikan egoisme dan kecenderungan kepada keduniaan, hingga ikhlas karena Allah.</p>
<p>“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Al-‘Ankabut : 69)</p>
<p>7. Berdo’a dan memohon pertolongan kepada Allah.</p>
<h4>1.e. Bukti-bukti Penguat Ikhlas (Pengayaan)</h4>
<p><span style="text-decoration:underline;">Pertama : Takut Ketenaran</span></p>
<p>Ketenaran itu sendiri tidak tercela. Tetapi yang tercela itu mencari ketenaran.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Kedua : Menuduh Diri Sendiri</span></p>
<p>Orang yang mukhlis senantiasa menuduh diri sendiri sebagai orang yang berlebih-lebihan di sisi Allah dan kurang dalam melaksanakan berbagai kewajiban, tidak mampu menguasai hatinya karena terpedaya oleh suatu amal dan taajub terhadap diri sendiri. Bahkan dia senantiasa takut andaikata keburukan-keburukannya tidak diampuni dan takut kebaikan-kebaikannya tidak diterima.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Ketiga : Beramal Secara Diam-diam Jauh dari Sorotan</span></p>
<p>Amal yang dilakukan secara diam-diam harus lebih disukai daripada amal yang disertai sorotan dan diekspos.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Keempat : Tidak Menuntut Pujian dan Tidak Terkecoh Oleh Pujian</span></p>
<p>Orang-orang memujimu dari persangkaan mereka tentang dirimu. Maka jadilah engkau orang yang mencela dirimu sendiri karena apa yang engkau ketahui pada dirimu. Orang yang paling bodoh adalah yang meninggalkan keyakinannya tentang dirinya karena ada persangkaan orang-orang tentang dirinya.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Kelima : Tidak Kikir Pujian terhadap Orang Yang Memang Layak Dipuji</span></p>
<p>Boleh jadi seseorang tidak mau memberikan pujian kepada orang yang layak dipuji, karena ada maksud tertentu di dalam dirinya atau karena rasa iri yang disembunyikan. Karena dia juga tidak mampu untuk melemparkan celaan, maka setidak-tidaknya dia hanya diam dan tidak perlu menyanjungnya</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Keenam : Berbuat Selayaknya dalam Memimpin</span></p>
<p>Orang yang mukhlis karena Allah akan berbuat selayaknya ketika menjadi pemimpin di barisan terdepan dan tetap patriotic ketika berada di barisan paling belakang. Hatinya tidak dikuasai kesenangan untuk tampil. Tetapi dia lebih mementingkan kemaslahatan bersama karena takut ada kewajiban dan tuntutan kepemimpinan yang dia lewatkan.</p>
<p>Dia tidak ambisi dan tidak menuntut kedudukan untuk kepentingan dirinya sendiri. Tetapi jika dia dibebani tugas sebagai pemimpin, maka dia melaksanakannya dan memohon pertolongan kepada Allah agar dia mampu melaksanakannya dengan baik.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Ketujuh : Mencari Keridhaan Allah, Bukan Keridhaan Manusia</span></p>
<p>Tidak mempedulikan keridhaan manusia jika di balik itu ada kemurkaan Allah. Sebab satu orang dengan yang lain saling berbeda dalam sikap. Berusaha membuat mereka ridha adalah sesuatu yang tidak bertepi.</p>
<p>Kedelapan : Menjadikan Keridhaan dan Kemarahan Karena Allah, Bukan Karena Pertimbangan Pribadi</p>
<p>Boleh jadi engkau pernah melihat orang-orang yang aktif dalam medan dakwah, apabila ada salah seorang rekannya melontarkan perkataan yang mengganggu atau melukai perasaannya, atau ada tindakan yang menyakiti hatinya, maka secepat itu pula dia marah, lalu meninggalkan <em>harakah</em>.</p>
<p>Ikhlas menuntutnya untuk tegar dalam dakwah dan gerak langkahnya, sekalipun orang lain menyalahkan, meremehkan dan bertindak kelewat batas terhadap dirinya. Sebab dia berbuat karena Allah.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Kesembilan : Sabar Sepanjang Jalan</span></p>
<p>Perjalanan yang panjang, lambatnya hasil yang diperoleh, kesuksesan yang tertunda, kesulitan dalam bergaul dengan berbagai lapisan manusia dengan perbedaan perasaan dan kecenderungan mereka, tidak boleh membuatnya menjadi malas, bersikap santai, mengundurkan diri, atau berhenti di tengah jalan. Sebab dia berbuat bukan sekedar untuk sebuah kesuksesan atau pun kemenangan, tetapi yang paling pokok tujuannya adalah untuk keridhaan Allah dan mengikuti perintah-Nya.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Kesepuluh : Rakus terhadap Amal Yang Bermanfaat</span></p>
<p>Dia senang melakukan puasa nafilah dan shalat dhuha. Tapi sekalipun waktunya habis untuk mendamaikan orang-orang yang sedang bertikai, maka justru inilah yang lebih dia pentingkan.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Kesebelas : Menghindari Ujub</span></p>
<p>Yaitu tidak merusak amal dengan <em>ujub</em>, merasa senang dan puas terhadap amal yang telah dilakukannya. Yang seharusnya dilakukan orang Mukmin setelah melaksanakan suatu amal ialah takut kalau-kalau dia telah melakukan kelalaian, disadari maupun tidak disadari.</p>
<p><strong>Maraji’ </strong></p>
<p>Dr. Yusuf Qardhawi : <em>Niat dan Ikhlas</em></p>
<p>Filed under: <a title="View all posts in Ruhiyah" href="http://en.wordpress.com/tag/ruhiyah/">Ruhiyah</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rabbanimjly.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rabbanimjly.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rabbanimjly.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rabbanimjly.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rabbanimjly.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rabbanimjly.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rabbanimjly.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rabbanimjly.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rabbanimjly.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rabbanimjly.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rabbanimjly.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rabbanimjly.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rabbanimjly.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rabbanimjly.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rabbanimjly.wordpress.com&amp;blog=12140316&amp;post=1&amp;subd=rabbanimjly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rabbanimjly.wordpress.com/2010/02/20/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc3d6427d05ce6b3be3e734d95e46dd0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rabbanimjly</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rabbanimjly.files.wordpress.com/2010/02/ikhlas.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ikhlas</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
